BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pengetahuan dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pengetahuan yang didapat oleh seseorang takkan pernah ada bila tanpa melalui proses pembelajaran. Sedangkan hakekat dari pada pembelajaran itu sendiri adalah untuk memperoleh pengetahuan. Dan untuk memperoleh hal-hal tersebut, dapat dilakukan dengan mengikuti pelatihan atau dapat juga dengan membaca buku.
Namun dapat dibayangkan bila pelatihan tersebut dapat digantikan dengan menggunakan bantuan alat sepertiteknologi informasi dan komunikasi
yang kini berkembang sedemikian pesatnya seiring dengan perkembanganjaman dan telah merambah keberbagai aspek kehidupan manusia. Bayangkan pula berapa waktu dan biaya yang dapat dihemat bila proses pelatihan dan pembelajaran tersebut dapat dilakukan tanpa memandang siapa pelakunya, tanpa batasan tempat dan waktu.
Dengan menggunakan bantuant eknologi informasi dan komunikasi tersebut.
Adanya alat-alat itu dapatmengubah pikiran manusia, mengubah cara kerja dan cara hidupnya. Demikian juga, Pendidikan tidak terlepas dari pengaruh teknologi. Kejadian ini dapat diidentifikasikan sebagai kemajuan ilmu pengetahuan teknologi,
informasidan komunikasi.
Dari beberapa penyebab kemajuan ilmu pengetahuan teknologi, informasi dan teknologi tersebut dapat diambil suatu pertanyaan, “Upaya apa yang dilakukan oleh para pakar pendidikan untuk memajukan bidangpendidikan tersebut
? ”Realitas ini sangat penting untuk dibahas dalam makalah ini.
Untuk itu pembahasan makalah ini diangkat untuk
mengungkap masalah-masalah tersebut. Berdasarkan fakta yang ada, dan
karya-karya ilmiah yang telah ditulis oleh para pakar pendidikan, telah
ditemukan upaya untuk memajukan dunia pendidikan, dengan
menciptakan/memperkenalkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien bagi
guru dan peserta didik.yang berupa pembelajaran jarak jauh dengan mempergunakan
media elektronika yang dikenal dengan istilah E-Learning.
Selanjutnya, berangkat dari latar belakang masalah
tersebut di atas, maka penulisan makalah ini kami beri judul“E-Learning ”.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang kami angkat
dalam makalah ini adalah :
1.2.1 Apa
pengertian/definisi e-learning ?
1.2.2 Apa
manfaat e-learning ?
1.2.3 Bagaimana
sejarah dan perkembangan e-learning ?
1.2.4 Apa
keuntungan menggunakan e-learning ?
1.2.5 Apa
saja fitur e-learning ?
1.2.6 Apa
saja elemen e-learning ?
1.2.7 Apa
saja aspek penting dalam e-learning ?
1.2.8 Apa
saja arsitektur e-learning ?
1.2.9 Mengapa terjadi pro dan kontra terhadap e-learning ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan dalam makalah ini adalah agar kita dapat menjelaskan/mendeskripsikan:
1.3.1
Pengertian/definisi e-learning.
1.3.3
Sejarah dan perkembangan e-learning.
1.3.4
Keuntungan menggunakan e-learning.
1.3.7
Aspek penting dalam e-learning.
1.3.9
Pro dan kontra terhadap e-learning.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
E-Learning
Banyak pakar yang menguraikan definisi E-Learning dari
sudut pandang yang berbeda. Secara garis besar banyak orang mengatakan
E-Learning adalah sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dalam proses belajar mengajar.
Beberapa pakar menguraikan definisi E-Learning sebagai
berikut:
a.
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang
memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media
internet, intranet atau media jaringan komputer lain (Hartley, 2001).
b.
E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan
aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media internet,
jaringan komputer, maupun komputer standalone (LearnFrame.Com, 2001).
c.
E-learning adalah semua yang mencakup pemanfaatan
komputer dalam menunjang peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk di
dalamnya penggunaan mobile technologies seperti PDA dan MP3 players. Juga
penggunaan teaching materials berbasis web dan hypermedia, multimedia CD-ROM
atau web sites, forum diskusi, perangkat lunak kolaboratif, e-mail, blogs,
wikis, computer aided assessment, animasi pendidikan, simulasi, permainan,
perangkat lunak manajemen pembelajaran, electronic voting systems, dan
lain-lain. Juga dapat berupa kombinasi dari penggunaan media yang berbeda (Thomas
Toth, 2003; Athabasca University, Wikipedia).
d.
E-learning terdiri dari dua bagian yaitu e- yang
merupakan singkatan dari elektronika dan learning yang berarti pembelajaran.
Jadi e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat
elektronika, khususnya perangkat komputer. (Maryati S.Pd.,)
e.
E-Learning adalah proses pembelajaran yang
memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara sistematis dengan
mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk interaksi pembelajaran
lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.( Prof. Dr. Sulistyoweni
Widanarko (BPMA).
f.
E-learning adalah sebuah rancangan aplikasi untuk
pengelolaan dan pendistribusian materi pendidikan dan latihan melalui berbagai
media elektronik, seperti Internet, LAN, WAN, broadband, wireless, dan
sebagainya. (Novira Putri Ayuningtyas).
g.
E-learning tidak hanya merupakan materi training yang
di-online-kan tetapi meliputi proses distribusi informasi, komunikasi, edukasi,
pelatihan, dan manajemen pengetahuan.
h.
E-learning merupakan sistem berbasis web (internet)
yang memungkinkan informasi dan pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja yang
berhak serta kapan saja dan dimana saja.
i.
E-learning memberikan perangkat baru untuk memberikan
nilai tambah pada berbagai model pendidikan tradisional di kelas, buku
pelajaran, CD-ROM, serta pelatihan berbasis komputer lainnya.
j.
E-learning merupakan suatu proses belajar mengajar
yang memanfaatkan teknologi informasi (dalam hal ini internet) sebagai sarana
efektif dan memperluas pengetahuan sesuai dengan perkembangan ilmu secara
real-time. E-learning tidak akan menggantikan pertemuan di kelas tetapi
meningkatkan dan mengambil manfaat dari materi-materi dan teknologi pengiriman
baru untuk mendukung proses belajar mengajar. Dengan e-learning, para siswa
akan lebih diberdayakan, karena kini proses belajar-mengajar tidak lagi
berpusat pada guru tetapi beralih ke siswa. Dengan koneksi ke internet, seorang
siswa punya akses ke berbagai sumber informasi yang tak terbatas. Selain itu,
e-learning bersifat individual sehingga siswa yang aktif dan cepat menyerap materi
pelatihan akan bisa maju dengan lebih cepat.
k.
Matthew Comerchero dalam E-Learning, Concepts and Techniques (Bloomsburg,2006) mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang
mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena
ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap
termotivasi. E-learning efisien
karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi. Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang
dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan
sarana teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan atau Internet. Dari
definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep
pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar
dapat disebut sebagai suatu e-Learning(Wahono,
2005, p. 1).
l.
E-learning adalah sebuah proses pembelajaran yang
berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer.
Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan
dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer
yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya system e-learning dengan
menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian
e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasi
perkuliahan juga bisa realtime. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun
tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan
secara online dan real time. System e-learning ini tidak memiliki batasan
akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu.(Nugraha,2007).
Dari berbagai komentar yang dilontarkan, ada tiga persamaan dalam hal manfaat yang
bisa dinikmati dari e-learning yaitu Fleksibilitas,“Independent
Learning”.
E-Learning tidak diberikan semata-mata oleh
mesin, tetapi seperti juga pembelajaran secara konvensional di kelas,
e-Learning ditunjang oleh para ahli di berbagai bidang terkait.
Bagaimana memanfaatkan e-learning secara optimal?
Seperti halnya pembelajaran dengan cara lain, e-learning bisa memberikan
manfaat yang optimal jika beberapa kondisi berikut terpenuhi, diantaranya:
a.
Tujuan
b.
Pembelajar
c.
Dukungan
d.
Media lain
e.
Pilih yang perlu
Komponen E-Learning mencakup:
a. Perangkat keras
b.
Infrastruktur/jaringan
c.
Perangkat lunak
d.
Materi/Isi
e.
Strategi interaksi
f.
Pemeran(dosen,dll)
Skenario e-Learning memungkinkan mahasiswa dapat
kontak langsung dengan: Mahasiswa lain, Dosen, Berbagai materi dan sumber
belajar dalam bentuk elektronik. Materi yang dimaksud bisa dalam bentuk bahan
ajar, materi tugas, soal ujian/tes maupun bentuk linkages.
2.2 Manfaat
E-learning
Manfaat
e-learning dilihat dari 2 sudut pandang :
2.2.1
Manfaat Bagi
Siswa
Dengan kegiatan e-Learning dimungkinkan berkembangnya
fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, kitadapat mengakses bahan-bahan
belajar setiap saat dan berulang-ulang. Selain itu kita juga dapat
berkomunikasi dengan guru/dosen setiap saat, misalnya melalui chatting dan
email. Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan
tersedia untuk diakses melalui internet, maka kita dapat melakukan
interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja, juga
tugas-tugas pekerjaan rumah dapat diserahkan kepada guru/dosen begitu selesai
dikerjakan.
2.2.2
Manfaat Bagi
Pengajar
Dengan adanya kegiatan e-Learning manfaat yang
diperoleh guru/dosen antara lain adalah bahwaguru/dosen/ instruktur akan lebih
mudah melakukan pembaruan materi maupun model pengajaran sesuai dengan tuntutan
perkembangan keilmuan yang terjadi, juga dapat dengan efisien
mengontrol kegiatan belajar siswanya. Pengalaman negara lain dan juga
pengalaman distance learning di Indonesia ternyata menunjukkan sukses yang
signifikan, antara lain:
a.
Mampu meningkatkan pemerataan pendidikan
b.
Mengurangi angka putus sekolah atau putus kuliah atau
putus sekolah
c.
Meningkatkan prestasi belajar
d.
Meningkatkan kehadiran siswa di kelas
e.
Meningkatkan rasa percaya diri
f.
Meningkatkan wawasan (outward looking)
g.
Mengatasi kekurangan tenaga pendidikan
h.
Meningkatkan efisiensi. (Soekartawi, 2005)
Kehadiran guru sebagai makhluk yang hidup yang
dapat berinteraksi secara langsung dengan para murid telah menghilang dari
ruang-ruang elektronik e-learning ini. Inilah yang menjadi ciri khas
dari kekurangan e-learning yang tidak bagus. Sebagaimana asal kata dari
e-learning yang terdiri dari e (elektronik) dan learning (belajar), maka sistem
ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.
E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik
dengan bahan/materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik
dengan dosen/guru/instruktur maupun antara sesama peserta didik. Peserta didik
dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagai hal yang
menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Guru
atau instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang
harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam web untuk
diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, guru/instruktur dapat
pula memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengakses bahan belajar
tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik
sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula (Website Kudos,
2002).
2.3 Keuntungan Menggunakan E-learning
Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut (Wahono,2005,p.2):
2.3.1
Fleksibel
karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja,
dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
2.3.2
Menghemat waktu
proses belajar mengajar.
2.3.3
Mengurangi biaya
perjalanan.
2.3.4
Menghemat biaya
pendidikan.
Dapat menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan
(infrastruktur, peralatan, buku-buku).
2.3.5
Menjangkau
wilayah geografis yang lebih luas.
2.4 Fitur E-learning
E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark
& Mayer, 2008, p. 10):
2.4.1
Konten yang
relevan dengan tujuan belajar.
2.4.2
Menggunakan
metode instruksional seperti;contoh dan praktek untuk membantu belajar.
2.4.3
Menggunakan
elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten
dan metode belajar.
2.4.4
Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu
2.4.5
Membangun
wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
2.5 Elemen E-learning
Definisi e-learning memiliki
beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapadari e-learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
2.5.1
Apa.E-learning memasukkan baik konten,
yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana teknik, untukmembantu orang mempelajari konten belajar.
2.5.2
Bagaimana.E-learning didistribusikan melalui
komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya
dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara
langsung.
2.5.3
Mengapa.E-learning ditujukan untuk membantu
pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya.
2.6 Aspek Penting
dalam E-learning
2.6.1
E-learning menciptakan solusi belajar formal dan
informal.
Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learningadalahe-learning hanya
menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun
faktanya adalahsaat ini 80%
pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas
sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam
hal ini, e-learning haruslah
memiliki karakteristik berikut:
a.
Just in time –tersedia untuk pengguna ketika
mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya.
b.
On-demand– tersediasetiapsaat.
c.
Bite-sized–tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.
2.6.2
E-learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat kontens aja. Sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E- learning menyediakan pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesame pengguna e-learning.
2.6.3
E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar
bersama.
E-learningbukan aktivitas individu saja,
tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama,
baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan membentuk sebuah
komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous)
atau tidak langsung (asynchronous).
2.6.4
E-learning membawa
pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus
pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning(Knight,
2005, p. 11).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan E-Learning dapat
kami simpulkan sebagai berikut :
Definisi E-Learning adalah suatu jenis belajar
mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan
menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lain, atau
proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
secara sistematis dengan mengintegrasikan semua komponen pembelajaran, termasuk
interaksi pembelajaran lintas ruang dan waktu, dengan kualitas yang terjamin.
Manfaat E-learning adalah mempersingkat waktu
pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah
interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan
dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling
berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan
berulang-ulang, lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih
mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung
jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir,
mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya,
mengontrol kegiatan belajar peserta didik, Pembelajaran dari mana dan kapan
saja (time and place flexibility).
Keuntungan Menggunakan E-learning diantaranya Fleksibel, Menghemat waktu proses
belajar mengajar, Mengurangi biaya perjalanan, biaya pendidikan secara
keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku), Menjangkau wilayah geografis
yang lebih luas.
Fitur E-learning
yaitu Konten yang relevan dengan tujuan belajar, Menggunakan metode
instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar, Menggunakan
elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan
metode belajar, Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur
(synchronous) ataupun belajar secara individu (asynchronous), Membangun wawasan
dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
Elemen E-learning yaitu
apa, bagaimana dan mengapa dari e-learningApa :
memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yaitu
teknik, yang membantu orang mempelajari konten belajar, Bagaimana,
didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar, Mengapa,
ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan
pekerjaannya.
Aspek Penting dalam E-learning yaitu menciptakan
solusi belajar formal dan informal, menyediakan akses ke berbagai macam sumber
pembelajaran baik itu konten ataupun manusia, mendukung sekelompok orang atau
grup untuk belajar bersama, membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar
ke pembelajaran.
3.2 Saran
Hendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang terjun dalam dunia Pendidikan menggunakan pemanfaatan teknologi informasi, komunikasi dalam bentuk pembelajaran elektronik (E-Learning) sebagai salah satu cara yang
efektif dalam menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran
yang masih bersifat konvensional. Sehingga diharapkan ada peningkatan mutu, ketrampilan berpikir, berinteraksi serta ketrampilan-ketrampilan ideal lainnya daripara peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.unpad.ac.id
Powered by Joomla! Generated: 4 september2018, 01:15
http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran_elektronik
Nasution, Teknologi Pendidikan.Jakarta: PT. BumiAksara, 2008.
Saefudin Sa’ud, Udin, Inovasi Pendidikan.
Bandung: Alfabeta, 2008.
Sinar harapan.ekonomi/mandiri (2018/09,04 ), man01.html
Komentar
Posting Komentar
Silahkan Tuliskan Komentar Anda